Oleh: yudopotter | Februari 9, 2009

El Nino dan La Nina


Secara alamiah dalam kondisi normal, angin bertiup dari timur sepanjang garis equator membawa udara hangat ke lautan pasifik. Namun dikarenakan terjadinya perubahan tekanan udara sepanjang garis equator menyebabkan fenomena ENSO (El Nino Souhtern Oscillation) dan SO (Southern Oscillation).

            El Nino merupakan suatu fase ketidakteraturan fluktuasi temperatur muka laut pasififik sehingga siklus El Nino dan La Nina bersifat tidak periodik (teratur) tetapi membentuk pola per 3 atau 4 tahunan. ENSO merupakan asosiasi dari SO di atmosfir dengan EL Nino dan La Nina di lautan pasifik. Untuk mengukur anomali perubahan ini digunakan SO Indeks dimana perubahan tekanan udara di kota Darwin akan berlawanan dengan di kota Tahiti. Besarnya perbedaan tekanan udara antara Darwin dan Tahiti disebut sebagai SO Indeks (digunakan sebagai indikator pemantauan El Nino dan La Nina). Dampak dari terjadinya ENSO akan terasa di beberapa area di seluruh dunia, sebagai contoh menghangatnya ENSO secara ekstrim akan mengakibatkan terjadinya kekeringan dibeberapa bagian daratan Afrika, Asia Tenggara, Australia dan Brasil serta banjir di bagian timur daerah Amerika Selatan dan Utara serta kawasan Florida, Amerika Serikat. ENSO memiliki karakteristik antara lain : tekanan udara turun di wilayah luas di tengah lautan Pasifik dan air hangat terbawa oleh arus equatorial current yang kemudian terkumpul di pantai Peru dan Ecuador.

Sementara itu dalam kondisi normal tekanan udara di Australia utara dan Indonesia bernilai rendah sedangkan tekanan tinggi berada di pantai Peru. Angin diatas Pasifik membawa hujan ke Australia Utara dan Indonesia. Untuk ciri-ciri SO antara lain : angin bertiup lemah atau tidak sama sekali, angin tropis bergerak berlawanan arah dan ke arah timur bukannya ke barat, arah tekanan atmosfer terbalik (dikondisikan area yang biasa mengalami kekeringan tiba-tiba mengalami banjir begitu juga sebaliknya) serta terjadinya osilasi seperti gelombang besar dalam kurun waktu 3-5 bulan.  El Nino merupakan fasa hangat dari SO sedangkan La Nina merupakan fasa dingin dari SO. El Nino merupakan fenomena naiknya temperatur permukaan laut sepanjang pantai Ecuador dan Peru, 2 – 5o C di atas rata-rata. El Nino biasanya terjadi pada akhir Desember sampai beberapa minggu atau bulan. Namun dapat pula terjadi dalam waktu yang lama, misalnya tahun 1991 sampai 1995. Beberapa indikasi perubahan alam yang merupakan tanda-tanda awal El Nino, antara lain :

1.            Naiknya tekanan udara di atas Samudra Hindia, Indonesia dan Australia.

2.            Turunnya tekanan udara di Tahiti, bagian timur dan tengah Samudra Pasifik.

3.            Angin di selatan Pasifik melemah, bahkan berbalik arah ke timur.

4.            Munculnya air hangat di sekitar perairan Peru.

Sedangkan terjadinya La Nina memiliki karakteristik sebagai karakteristik suhu permukaan laut turun di bawah rata-rata di sekitar Amerika Selatan sampai “garis kalender” dimana angin di atas Pasifik bertiup dari timur ke barat dengan sangat kencang,  air dingin terkumpul di timur dan tengah Pasifik. Pola kemunculan El Nino dan La Nina dapat digambarkan dalam grafik sehingga prediksi kemunculan dapat dilakukan.

About these ads

Responses

  1. Yeeesss!!
    akhirnya ada juga tanda2 el nino akan datang :D
    ini sangat bermanfaat dan bergunaaa (y)

  2. al nina nya donk
    biar lengkap
    aku lg ad tugas


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.070 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: