Oleh: yudopotter | Februari 9, 2009

Transfer Panas (Heat Transfer)


Transfer panas merupakan bentuk mendasar dari interaksi atmosfer dan hidrosfer. Dimana seluruh gejala-gejala alam yang terjadi didalam interaksi atmosfer dan hidrosfer merupakan fenomena dari dampak adanya transfer panas antara dua karakteristik alam.

            Perambatan panas atau pun pelepasan panas akan selalu diikuti oleh penyerapan panas dari unsur hidrosfer menuju unsur atmosfer dan sebaliknya. Unsur utama panas yang berada diantara atmosfer dan hidrosfer berasal dari sinar matahari. Dimana berkas sinar matahari berupa radiasi panas merambat dari ruang angkasa menuju sistem atmosfer bumi. Besarnya intensitas energi panas matahari yang diterima bumi bergantung pada posisi lintangnya. Umumnya intensitas panas matahari akan diterima bumi pada daerah equator sebagai energi panas yang terbesar 

            Jumlah energi matahari yang sampai kepermukaan bumi tergantung kepada posisi lintang. Hal ini disebabkan miringnya sumbu bumi yang merubah sudut insolasi yang menimbulkan 4 musim di wilayah sub-tropis. Permukaan bumi, daratan dan lautan merupan variabel penyerap sinar matahari yang baik dimana energi tersebut akan diubah dan disimpan dalam bentuk energi panas. Besarnya komposisi energi radiasi matahari yang diserap dan dipantulkan kembali oleh atmosfer, lautan dan daratan bumi. Didalam ilmu thermochemistry, proses transfer panas ini disebut juga Latent Heat. Pengertian Latent Heat adalah besarnya energi dalam bentuk panas yang dilepaskan dan diserap oleh subtansi selama proses perubahan fase (mis padat, cair atau gas) yang disebut juga fase transisi. Fungsi matematika Latent Heat ini disusun atas persamaan Q=m.L (dimana Q=besaran energi yang dilepaskan dan diserap; m= massa subtansi; L=besaran nilai spesifik Latent Heat). Untuk susunan besaran nilai spesifik Latent Heat untuk beberapa subtansi, dapat dilihat pada tabel 1.1., sebagai berikut:

 

Substance

Latent Heat
Fusion
J/g

Melting
Point
°C

Latent Heat
Vaporization
J/g

Boiling
Point
°C

Alcohol, ethyl

108

-114

855

78.3

Ammonia

339

-75

1369

-33.34

Carbon dioxide

184

-57

574

-78

Helium

 

 

21

-268.93

Hydrogen

58

-259

455

-253

Lead

24.5

372.3

871

1750

Nitrogen

25.7

-210

200

-196

Oxygen

13.9

-219

213

-183

R134a

 

-101

215.9

-26.6

Toluene

 

-93

351

110.6

Turpentine

 

 

293

 

Water

334

0

2500 (at 0oC)

100

Tabel 1.1. Besaran Nilai Spesifik Latent Heat


Responses

  1. thanks ya tapi kurang!

    • Ayo bantuin melengkapinya….demi kemajuan iptek anak bangsa


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: