Oleh: yudopotter | Februari 17, 2009

Konsep Sistem Tinggi Geodesi


Konsep tinggi diperlukan dalam pendefinisian kerangka referensi sistem tinggi (konsep deformasi vertikal). Terutama studi penurunan muka tanah yang memiliki variabel utama tinggi (koordinat Z) sebagai elemen terpenting dalam pemodelan data. Penyatuan sistem referensi hitungan tinggi sangat dibutuhkan apabila data tinggi yang diperoleh berasal dari metode pengamatan tinggi yang menggunakan datum yang berbeda-beda pula. Didalam bidang geodesi terdapat 3 jenis kerangka referensi sistem tinggi yang dapat didefinisikan secara rinci seperti pada tabel 2.1.1., sebagai berikut:

tabel_tinggi1

Tabel 2.1.1. Kerangka Referensi Geodesi

 

Pada prinsipnya, pengukuran tinggi secara fisis menggunakan datum geoid sehingga memiliki arti riil dalam perhitungan tinggi. Penelitian yang terkait penentuan tinggi berdasarkan konsep sistem tinggi geodesi dapat dilihat pada tabel 2.1.2., sebagai berikut:

 

sistem-tinggi2

Tabel 2.1.2. Sistem Tinggi dan Teknologinya

 

Hubungan antara ketiga sistem tinggi (Orthometris, Geodetis dan Dinamik) tersebut dapat diilustrasikan, sebagai berikut:

sistem-tinggi

 

 

Gambar 2.1.1. Hubungan Tinggi Antara Model Tinggi Geoid dan Ellipsoid


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: