Oleh: yudopotter | Februari 17, 2009

Pengantar Penurunan Muka Tanah (Land Subsidence)


Penurunan muka tanah (land subsidence) merupakan suatu proses gerakan penurunan muka tanah yang didasarkan atas suatu datum tertentu (kerangka referensi geodesi) dimana terdapat berbagai macam variabel penyebabnya (Marfai, 2006).

Proses atau gerakan turunnya permukaan tanah telah banyak terjadi diberbagai wilayah di dunia terutama dikota-kota besar yang berlokasi dikawasan pantai atau dataran aluvial (endapan lepas yang tertranspor ke tempat lain atau tidak berada disekitar batuan induk dimana berukuran butiran berupa pasir dan lempung), seperti: Bangkok-Thailand (Broms, 1992), Osaka-Jepang (Osaka City Goverment, 1995), Tianjin-China (Hu et al., 2002), Yun-Lin-Taiwan (Chu and Sung, 2004), Hongkong (Liu et al., 2001), Antartika (Jezek et al., 1999), Banglades (Rahman, 1995), California-USA (Galloway et al., 1999), Jawa Timur-Indonesia (Deguchi et al., 2008), Jakarta-Indonesia (Hasannudin et al, 2007), Mexico (Allis et al., 1998), Singapura (Aritoshi et al., 2006), Kepulauan Aleutian-Salomon (Zhong Lu, 2007), Utah-USA (Chris Ukubo, 2002) dan Semarang-Indonesia (Marfai et al, 2002). Turunnya permukaan tanah yang terakumalasi selama rentang waktu tertentu akan dapat mencapai besaran penurunan sampai beberapa meter dimana dampaknya dapat merusak stabilitas perekonomian dan kehidupan sosial di wilayah tersebut.

Studi karakteristik penurunan muka tanah diperlukan dalam penentuan pola dan laju penurunan muka tanah. Hal ini diperlukan untuk penataan dan perencanaan wilayah dimana membutuhkan stabilitas wilayah dalam penempatan lokasi pembangunan dan pusat aktivitas pembangunan. Untuk itu diperlukan suatu sistem pemantauan dan pengukuran penurunan muka tanah baik secara spasial maupun non-spasial secara berkala untuk mendapatkan pengetahuan suatu wilayah secara vertikal secara baik. Pengetahuan suatu wilayah secara vertikal sangat dibutuhkan untuk menunjang pembangunan infrastruktur seperti: pembangunan gedung-gedung, pembangunan pelabuhan, pembangunan pemukiman serta pemanfaatan ruang dibawah permukaan tanah. Pemantauan titik-titik kontrol vertikal (tinggi) secara periodik pada lokasi-lokasi yang ditentukan akan menghasilkan nilai turunnya permukaan tanah sebagai akibat pengaruh deformasi vertikal pada permukaan tanah yang direpresentasikan melalui perubahan tinggi titik-titik kontrol vertikal.

Berdasarkan penelitian penurunan muka tanah sebelumnya, faktor-faktor penyebab terjadinya penurunan muka tanah, antara lain: pengambilan air tanah yang berlebihan (Burbey J.T., 2005), penurunan karena beban bangunan (Quaxiang, 2001), konsolidasi alamiah lapisan tanah (Wei,Q., 2006), gaya-gaya tektonik (Chang, C.P., 2005), ekstraksi gas dan minyak bumi (Odijk, D., 2005), penambangan bawah tanah (Rizos, C., 2007), ekstraksi lumpur (Deguchi, T., 2007), patahan lempeng bumi (Rahtje et al.,2003). Umumnya variabel dominan penyebab turunnya muka tanah ditentukan berdasarkan hasil perhitungan besaran laju penurunan tanah sudah diketahui dan dinilai signifikan. Dari sudut pandang kegeodesian, geometri turunnya permukaan tanah ditunjukkan melalui perubahan posisi vertikal muka tanah terhitung dari bidang referensi yang telah ditetapkan sebelumnya. Untuk itu dibutuhkan suatu teknik pemetaan spasial dan temporal yang mampu mengamati penurunan muka tanah secara kontinu dengan biaya yang ekonomis dan berakurasi tinggi. Untuk itu diperlukan suatu sistem yang dapat membantu menilai tingkat kerusakan suatu wilayah yang luas dalam waktu yang cepat sehingga skala prioritas pengelolaan kawasan dapat ditentukan secara efektif dan efisien (Luoto, 2002).

Teknologi penginderaan jauh (inderaja) memiliki kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap kawasan yang luas dengan waktu yang cepat (McDermid, 2005) serta terkait dengan tipikal negara Indonesia yang merupakan negara tropis (memiliki intensitas dan luas liputan awan yang tinggi). Maka pemilihan teknologi radar merupakan salah satu solusi pemetaan spasial yang tepat untuk studi penurunan muka tanah. Tentu saja, pemanfaatan teknologi radar tidak bisa terlepas dari integrasi metode-metode pengamatan penurunan muka tanah lainnya (GPS, Sipat Datar, Gravimetri dan lain sebagainya) dalam rangka meningkatkan kualitas penggunaan dan pemanfaatan citra radar.


Responses

  1. Pak ttg Land Subsidence… solusinya…?
    pdhal air tanah akan terus diambil oleh manusia…dan setiap hari bangunan2 akan terus berdiri…dan material2 alam akan terus digali…

    tindakan ap yg harus dilakukan utk penanganany…?

    • perkembangan suatu kota tidak akan bisa dicegah sehingga efek dari penurunan muka tanah pasti terjadi. Permasalahannya tinggal kepada kecepatan dan besaran dari penurunan muka tanahnya. Harus bisa diantisipasi dan direduksi dengan mengurangi atau mengeliminasi faktor-faktor penyebab penurunan muka tanah tersebut. Untuk kompaksi tanah yang disebabkan oleh reduksi aquifer, alternatifnya adalah pembatasan kedalaman sumur bor dan peningkatan konservasi kawasan hijau perkotaan. Hal ini bisa didiskusikan secara panjang lebar sesuai dengan prespektif yang akan dibicarakan lebih lanjut mbak.

  2. pak, wong pemerintah aja ga begitu peduli dengan yang namanya subsidence..
    buktinya ga ada pengukuran berkala tentang subsidence..
    pemerintah harusnya mlakukan pgukuran subsiden scara berkala, kan nanti bisa untuk acuan pembuatan keputusan tentang ijin pembangunan,,,,

    • Urgenitas menjadi pokok persoalan….memang subsidence menjadi persoalan tapi bila persoalan tersebut belum menyentuh sisi politis, ekonomi dan sosial secara dahsyat. Tidak akan dikerjakan dan dipedulikan oleh pemerintah. Jika pemerintah sudah tidak antusias memikirkan hal itu, maka tugas kita selaku peneliti dan pelajar untuk mengungkapkan ke forum, media dan sarana komunikasi lainnya bahwa hal itu sangat penting sekali untuk diperhatikan oleh pemerintah kita tercinta ini.

  3. Assalamu’alaikum mas Yudo.

    Nama saya Angger Pradana, mahasiswa Teknik Geomatika ITS, saya sedang dalam proses pembuatan proposal tentang studi penurunan tanah mas. Masih bingung dalam metodologinya. Bisa minta tolong kirim flowchart(diagram alir) dalam proses pengolahan data.
    Tanggapan anda akan sangat membantu dalam proses pembuatan TA saya.

    Terima kasih.

    Wassalamu’alaikum WR WB

  4. Assalamu’alaikum mas Yudo.

    Nama saya Angger Pradana, mahasiswa Teknik Geomatika ITS, saya sedang dalam proses pembuatan proposal tentang studi penurunan tanah menggunakan metode InSAR. Masih bingung dalam metodologinya. Bisa minta tolong kirim flowchart(diagram alir) dalam proses pengolahan data.
    Mungkin tanggapan anda akan sangat membantu dalam proses pembuatan TA saya.

    Terima kasih.

    Wassalamu’alaikum WR WB

    • Sudah saya kirimkan flow chartnya ke email mas Angger.

      • Yth. Pak Yudho,

        Nama saya Tomi Wijaya, mahasiswa Teknik Geodesi ITN, saya juga sedang dalam proses pembuatan proposal tentang studi penurunan tanah seperti Angger Pradana, mahasiswa Teknik Geomatika ITS. pengukuran dilakukan menggunakan GPS. saya belum faham dalam metodologi pengolahan datanya. jika diperbolehkan saya juga minta diagram alir pengolahan data dari Bapak.

        Atas perhatian Bapak saya ucapkan Terima kasih.

      • Utk teknik pengolahan data penurunan muka tanah dengan metode GPS bisa dilihat pada beberapa artikel dan jurnal yang banyak tersedia via website. Coba silakan refer ke beberapa jurnal tersebut. Nanti tinggal disesuaikan dgn kondisi dan metode analisis yg akan digunakan.

  5. Yth. Pak Yudho,

    Bila Bapak punya ref buku2 berikut, bolehkah saya copy untuk ref bacaan?
    1.Pengambilan air tanah yang berlebihan (Burbey J.T., 2005).
    2.Penurunan karena beban bangunan (Quaxiang, 2001).
    3.Konsolidasi alamiah lapisan tanah (Wei,Q., 2006).
    4.Gaya-gaya tektonik (Chang, C.P., 2005).
    5.Ekstraksi gas dan minyak bumi (Odijk, D., 2005).
    6.Penambangan bawah tanah (Rizos, C., 2007).
    7. Dll buku/journal/tesis/disertasi, dsb.
    Saya ada minat untuk belajar land subsidence dari Bapak. Kapan2 sy akan menghadap Bapak ke Semarang untuk copy buku2 ref land subsidence yg ada.
    Terimakasih.

    Salam,
    JAZERI

    • Wah…saya jarang pulang ke semarang mas…..silakan mampir aja ke lab crs prodi geodesi itb aja….sy siaga disana mas

  6. untuk publikasi jurnal “Penurunan karena beban bangunan (Quaxiang, 2001)” saya cari kok tidak ada ya mas?

    • Ada Pak, silakan bpk akses melalui situs resmi penyaji jurnal internasional semacam IEEE, Elsiever dlsb. Disana tersedia semua jurnalnya dan silakan bapak download sendiri.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: