Oleh: yudopotter | Mei 23, 2009

Potensi dan Keterbatasan Teknologi InSAR


I.  Potensi InSAR

            Potensial InSAR bagi pemetaan pergeseran permukaan bumi dalam skala sentimeter meliputi wilayah dalam ukuran puluhan kilometer dengan resolusi beberapa meter, membuat menjadi salah satu hal yang paling menjanjikan dalam teknik geodesi luar angkasa untuk pengamatan deformasi. Ini memungkinkan diaplikasikan untuk seluruh macam proses deformasi, penurunan muka tanah, deformasi co dan post seismik, deformasi gunung api, dan dinamika gletser dan lapisan es. Bahkan potensi identifikasi adanya deformasi yang tinggi seperti mampu melakukan identifikasi sesar sebesar 7 mm yang tidak dapat dilakukan oleh metode survey geodesi lainnya (CNES, Massonnet., 1985). Pemetaan deformasi dengan besaran pergeseran 1 mm/tahun masih dapat dilakukan oleh teknologi InSAR. Aplikasi penerapan InSAR sangat luas, dapat dilihat pada gambar I. sebagai berikut:

blog_insar

II. Keterbatasan InSAR

            Penggunaan dari repeat pass InSAR untuk studi deformasi secara umum terkendala oleh dua faktor utama (Klees, R dan Massonet., 1998), yaitu:

  1. Pengaruh atmosfer.

Penentuan perubahan permukaan bumi menggunakan teknologi InSAR didasarkan atas asumsi bahwa propagansi sinyal radar terpengaruh didalam atmosfer. Penundaan jalur (path delay) terjadi pada lapisan ionosfer dan troposfer. Penundaan jalur ionosfer disebabkan oleh adanya variasi nilai total elektron (Total Electron Content/TEC) sepanjang jalur dan gangguan perjalanan ionosfer (Traveling Ionosphere Disturbances). Serta adanya gangguan cuaca ekstrim pada lapisan troposfer juga akan mempengaruhi hasil pencitraan InSAR. Akibat pengaruh atmosfer ini akan menimbulkan artifak (bercak segitiga) pada inteferogram. Path Delay yang menyebabkan terjadinya artifak terdiri atas dua komponen yaitu komponen kering (sekitar 2,3 m pada arah vertikal) dan komponen basah (kecil tapi intensitasnya tinggi) disebabkan oleh bervariasinya kuat konsentrasi uap air secara spasial dan temporal. Secara teknis, perubahan 20% kelembaban udara secara spasial dan temporal akan menimbulkan kesalahan sekitar 10 cm pada citra deformasi. Metode eliminasi pengaruh atmosfer adalah salah satunya dengan melakukan estimasi troposfer dengan menggunakan model Saasamoinen ditunjang dengan data apriori cuaca atau citra satelit cuaca lainnya.

  1. Permasalahan dekorelasi temporal.

Faktor utama dari keterbatasan metode repeat pass InSAR adalah perubahan temporal kemampuan pantulan permukaan bumi diantara dua pengamatan satelit radar yang disebut dekorelasi temporal. Hal ini terjadi karena terjadi perubahan volume pemantulan area vegetasi khususnya di hutan, perubahan vegetasi, variasi dari kelembaban tanah, pembekuan dan pencairan, aliran lava dan perubahan oleh manusia. Untuk dekorelasi temporal tertinggi adalah permukaan air dan terendah adalah gurun pasir atau padang savana dengan tingkat vegetasi yang minimal. Secara kualitatif diketahui bahwa penggunaan teknologi InSAR akan lebih baik pada:

  1. Gurun pasir dibandingkan hutan rimbun.
  2. Kondisi kering dibandingkan basah.
  3. Panjang gelombang radar lebih panjang daripada pendek.
  4. Area pemukiman dengan pemantulan utuh (rumah dan batu) dibanding pantulan sudut yang sulit berkorelasi.
  5. Dekorelasi air yang tidak lebih 0,1 detik (yang berarti teknologi repeat pass InSAR tidak bisa diterapkan pada permukaan laut).
  6. Aktivitas pertanian manusia dibandingkan lahan pertanian individu.

Dekorelasi temporal dapat diminimalisir dengan meningkatkan jendela estimasi koherensi yang akan memisahkan area yang memiliki perbedaan korelasi secara lebih baik. Harga korelasi ini menyatakan kualitas dari sebuah interferogram di mana korelasi ρ dari citra S1 dan S2 dapat dinyatakan dengan persamaan :

blog_insar2


Responses

  1. Beda InSAR ama SAR apa sih pak?…mohon ditambahin “supporting details” aplikasi teknologi ini untuk disaster (seismic events and volcanic hazards)…kayaknya kok saya tertarik…

    • Teknologinya disebut SAR (Synthetic Aperture Radar) dimana teknologi ini merupakan perkembangan dari RAR (real aperture radar). SAR ini sudah menggunakan antena sintetik (simulasi algoritma) dimana tidak membutuhkan antena radar yang secara fisik panjang dan berdimensi besar lagi. Sedangkan dalam perkembangan metodenya ada berbagai macam antara lain: InSAR (Interferometry Synthetic Aperture Radar), DInSAR (Differential Interferometry Synthetic Aperture Radar), PS-InSAR (Permanent Scatterers-InSAR) dan lain sebagainya. Umumnya aplikasi radar sudah bisa diterapkan diberbagai aspek keilmuan terutama kebumian. Untuk detilnya bisa di browse pada link jurnal internasional seperti ISPRS, GRASS, ELSIEVER dlsb…..

  2. salam jumpa..
    Pa yudo, sy boleh meminta informasi dimana saya bisa mendapatkan jurnal, buku” tentang teori dan pengembangan dari InSAR, dan DINSAR? sebagai informasi saya sedang mengerjakan skripsi mengenai studi deformasi menggunakan teknologi InSAR.
    sebelumnya saya ucapkan terima kasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: